Rabu, 30 Desember 2020

16 Ide Menarik Rayakan Tahun Baru 2021 di Tengah Pandemi

Desember 30, 2020 0 Comments

https://joglosemarnews.com/2018/12/ini-berbagai-macam-ucapan-selamat-tahun-baru-2019-tinggal-copy-paste-ke-wa/


tantrileo.com,-Tahun 2020 ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejak wabah Covid-19 melanda di seluruh dunia. Tentu saja membatasi ruang gerak dan kegiatan kita. Salah satunya adalah perayaan tahun baru 2021. Kali ini dipastikan, tidak adanya acara kumpul-kumpul dengan sahabat, ataupun kembang api.

Merayakan tahun baru 2021 di rumah merupakan satu-satunya pilihan tepat agar tetap terlindung dari bahaya Covid-19. Meski merayakan tahun baru di rumah saja, tidak akan menimbulkan kebosanan ada beberapa cara kreatif yang bisa menyemarakkan malam perayaan tahun baru 2021. Baik Anda merayakannya sendiri, dengan pasangan, dengan keluarga atau dengan teman sekamar.

 

Berikut 16 ide menarik merayakan tahun baru 2021 di rumah sebagaimana dikutip dari popsugar.com:

1.     Mengadakan pesta kecil-kecilan

Warnai malam tahun baru Anda dengan memakai kostum terbaik masing-masing anggota keluarga, didukung dengan memutarkan musik yang menyenangkan. Bisa juga untuk menyemarakkan pesta ruangan didekorasi dengan desain-desain yang menarik.


2.     Menyiapkan camilan yang banyak

Camilan merupakan menu wajib yang harus ada saat ingin merayakan tahun baru. Menyiapkan camilan yang disukai oleh seluruh anggota keluarga/ kita, dapat menjadi teman setia melewati pergantian tahun.


3.     Membuat kue

Moment ini pun dapat dimanfaatkan dengan membuat kue kesukaan keluarga atau mencoba membuat resep baru yang melibatkan anggota keluarga. Hal itu pasti akan menyenangkan.


4.     Membangun tenda dan tidur bersama

Jika Anda memiliki halaman samping/ belakang rumah yang luas, pilihan mendirikan tenda dan tidur bersama akan terasa seru. Terlebih jika outdoor, semakin indah menyaksikan temaram malam dan taburan bintang. Itu pun jika tidak hujan ya, he..he..

 

5.     Nonton film atau video lucu

Menonton adalah cara terbaik menghabiskan malam tahun baru. Meskipun sendirian di kamar kost tetap akan seru pastinya. Tertawa merupakan obat terbaik, jadi hiburlah diri kamu sendiri dengan hal-hal yang menyenangkan hati kamu, ya beib.


6.     Membuat video

Membuat video bisa menjadi salah satu alternatif yang mampu mengempaskan kebosanan lho. Selain melatih potensi kamu, juga menghasilkan karya dong tentunya.


7.     Party via online

Membuat acara pesta secara langsung dirasa cukup sulit demi mematuhi ketentuan pemerintah dan protokol kesehatan. Yang satu ini bisa dijadikan alternatif buat kamu dan teman-teman, nih! Tentu saja, tidak kalah seru pastinya dengan pesta offline yaa…


8.     Mainkan video game online

Main video game online menjadi pilihan seru lainnya untuk melewati malam tahun baru kamu. Melalui video game online dapat menghubungkan dengan teman-teman lainnya di dunia maya. Hati-hati jangan sampai lupa waktu tapi yaa ….


9.     Video call

Biasanya jaringan akses komunikasi pada malam pergantian tahun baru, suka mengalami gangguan atau lemot. Wajar saja, dikarenakan jaringan yang sibuk pada masing-masing provider. Menggunakan video call untuk tetap bias berkomunikasi dan bertatap muka jarak jauh menjadi pilihan kamu untuk mengucapkan selamat tahun baru kepada saudara/ teman yang jauh.


10.  Dekorasi rumah atau kamar kost

Mengisi semarak malam tahun baru bisa juga dilakukan dengan mendekorasi rumah atau kamar kost. Bukan suatu kewajiban mengganti furniture dengan yang baru jika dekorasi rumah. Cukup dengan memindahkan tata letak kursi, meja, lemari, atau benda lainnya ke posisi terbaru. Tahun baru dengan nuansa rumah/ kamar kost baru pula tentunya.


11.  Siapkan game papan

Perayaan malam tahun baru tidak lengkap tanpa permainan papan. Segala sesuatu mulai dari Monopoli, Medium hingga Twister harus ada di meja.


12.  Melakukan sesi pemotretan

Mengabadikan sebuah cerita itu dirasa wajib terbingkai dalam bentuk dokumentasi. Sesi pemotretan dianggap menjadi pilihan baik untuk merayakan Malam Tahun Baru.


13.  Saatnya bonding dengan keluarga

Merayakan tahun baru bisa menjadi sebuah kesempatan untuk kita saling berbagi cerita dan mengungkapkan perasaan bersama keluarga. Bisa mungkin dimulai dengan menggunakan permainan Truth or Dare. Contoh topiknya lebih mengenai apa yang kamu pelajari di tahun 2020; apa yang kamu syukuri, apa yang ingin kamu sampaikan sebelum tahun 2020 berakhir, ataupun apa mimpi dan harapanmu di tahun 2021. Gunakanlah momen ini sebagai ruang untuk mengetahui lebih banyak tentang keluargamu, dan untuk mempererat tali keharmonisan satu sama lain.


14.  Jurnal tahun lalu

Setahun terakhir ini sangat berat dan panjang dilewati, berhasil melaluinya bukanlah pencapaian kecil. Habiskan waktu tenang pada Malam Tahun Baru ini dengan menulis jurnal, bermeditasi, dan merenungkan semua yang terjadi di tahun 2020. Melalui meditasi pun dibarengi doa dan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala nikmat yang telah diberikan.


15.  Telpon teman atau anggota keluarga

Tidak semua orang melewati tahun baru dengan keluarga, pasangan, atau dengan teman. Tidak sedikit yang melewatinya dengan sendirian saja. Ini juga menjadi moment tepat untuk menelepon orang yang kamu cintai. Doakan yang terbaik dan ucapkan selamat tahun baru kepada mereka. Selain berusaha saling menghibur juga jalinan silaturahmi tetap terjaga.


16.  Tulis resolusi

Jika kamu mau, lihat resolusi Tahun Baru kamu untuk 2020 lalu tertawalah. Kemudian, tetapkan resolusi, sasaran, atau niat kamu untuk tahun 2021. Berusaha untuk memperbaiki jurnal tahun 2020 dan pastikan bersikap fleksibel.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merayakan tahun baru 2021 di tengah pandemik. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari tahun 2020, dan bisa menjadi perbaikan untuk tahun-tahun selanjutnya. Seperti bagaimana menjaga jarak dapat menyelamatkan orang lain, pentingnya untuk selalu menjaga kebersihan, dan lebih peduli dengan diri kita, orang-orang terdekat, serta lingkungan.

Tahun 2020, mengajarkan kita untuk menunda dan beristirahat sejenak. Hikmahnya bahwa kita memiliki banyak waktu untuk menyusun kembali rencana yang tertunda, agar tahun 2021 bisa menjadi tahun yang lebih baik. Semoga tahun 2021, pandemik ini bisa segera usai. Jangan lupa untuk tetap stay safe and stay healthy ya, dengan menerapkan 3M, Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak!

Tantrie_Leo


Benarkah Stigma Sosial Membentuk Karakter Anak?

Desember 30, 2020 0 Comments

 

        https://www.kabarkota.com/5-sifat-ini-dapat-menjadikan-anak-nakal-menjadi-orang-sukses/



tantrileo.com,-Dalam psikologi sosial terdapat sebutan “stigma sosial,” sebuah ciri negatif yang melekat pada seseorang kemudian ditolak keberadaannya di lingkungannya. Arti “stigma sosial” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tahun 2014, adalah penolakan keberadaaan seseorang atau kelompok pada lingkungan tertentu karena sudah sangat dirugikan. Tentu saja sangat sulit menghapus stigma yang telanjur melekat.

Jika ada seorang pencuri yang sudah tidak lagi mencuri, maka cap pencuri tetap melekat padanya. Begitu halnya dengan seorang pembunuh, meski sudah bertaubat dan tidak seperti itu lagi, cap pembunuh pun membekas pada dirinya. Atau seorang anak bandel meski ia sudah tidak bandel, orang lain pun tetap memberi label bandel padanya. Bahkan, dampak stempel stigma sering berujung pada pengucilan di lingkungannya. Tidak fair memang, tetapi kenyataannya sebagian besar lingkungan sosial demikian adanya.

Seperti yang diilustrasikan pada sebuah film yang berjudul Good Will Hunting sebuah film tahun 1997 yang disutradarai oleh Gus Van Sant yang menceritakan kisah Will Hunting, seorang “Prodigy” bermasalah yang bekerja sebagai “janitor” di Massachusetts Institute of Technolgy meskipun pengetahuannya dalam matematika lebih superior dibanding dengan seluruh orang lain di fakultas tersebut. Kehidupan Will Hunting berubah dimulai ketika dia berada di MIT. Bukan untuk kuliah, melainkan menjadi tenaga kebersihan. Meski cerdas, kuliah sepertinya tidak pernah terbayang oleh Will.

Dia seorang yatim piatu yang sering terlibat masalah. Saat diasuh oleh orang tua angkatnya diperlakukan tidak selayaknya anak, karena menjadi korban penganiayaan anak, sejak kecil dia terbiasa dengan kehidupan yang keras dan tanpa aturan. Dengan latar belakang itu, membuat Will menjadi emosional, dan sering berbuat ulah. Will menjadi pribadi yang tertutup, tidak percaya diri, bahkan menarik diri dari lingkungan sosialnya.

Saat menjadi petugas kebersihan di MIT, Will sering menyelesaikan soal-soal di kelas matematika sebelum membereskan ruangan tersebut. Suatu hari, Profesor Gerard memberikan sebuah soal kepada mahasiswanya. Begitu rumitnya soal tersebut, sampai tak satu pun mahasiswa yang mampu memecahkannya. Kehebohan muncul setelah soal terpecahkan, dan tak ada yang mengetahui siapa yang berhasil memecahkannya. Akhirnya, Gerard memergoki Will sedang menyelesaikan soal di papan tulis setelah semua mahasiswa pulang.

Mengetahui potensi Will, Gerard ingin Will bekerja di bidang matematika. Sayangnya, Will sendiri tidak mempunyai tujuan yang jelas. Apalagi dia sedang ditahan pihak kepolisian karena melakukan aksi penyerangan. Gerard mengajukan pembebasan Will dengan jaminan akan mengawasinya dan bertanggung jawab terhadap Will. Gerard mencoba memperbaiki perilaku Will dengan mendatangkan psikolog. Namun, beberapa psikolog yang menangani Will menyerah sampai akhirnya psikolog yang keenam berhasil membuat Will menjadi pribadi yang lebih baik.


Dari ilustrasi film ini ada beberapa pembelajaran yang dapat diambil di antaranya:

1.  Mengubah perilaku/ karakter seseorang itu bukan perkara mudah. Perlu cara/ strategi dan kesabaran. Jangan mengedepankan emosi saat menghadapi anak didik/ anak kita yang bermasalah. Terus lakukan pendekatan sampai akhirnya mereka terbuka.

2.  Seburuk-buruknya seseorang, pasti ada sisi kebaikan/ kelebihan dalam dirinya. Jika kita sebagai orang tua/ keluarga/ pendidik lebih peka, maka bisa mengubahnya apalagi seorang anak yang masih dalam tumbuh kembang pembentukan karakter.

3. Jangan mudah menilai seseorang hanya dari satu sudut pandang saja atau dengan istilah “judgments from outside atau value judgments.

4.  Memiliki pandangan luas tentang hal-hal yang terjadi di dunia dan tidak ketinggalan zaman.

5. Pendidikan bukan hanya menyoal kecerdasan, akan tetapi lebih ditekankan pada moral. Orang yang cerdas tanpa moral (karakter) yang baik tidak akan berguna bagi orang lain. Sesungguhnya, sebaik-baiknya orang adalah yang memberi manfaat bagi sekitarnya.


Apa kata Pakar Psikologi terkait Fenomena Ini

Seperti yang dituturkan oleh seorang psikolog anak dari Psychobiometric bahwa "Saat ini konsep kecerdasan sedang booming di masyarakat dan anak yang pintar selalu identik dengan anak yang jago matematika. Padahal anak yang cerdas itu adalah anak yang bisa menemukan hal-hal baru," ujar Efnie Indrianie, MPsi. Psikolog yang akrab disapa Pipin ini menjelaskan anak yang cerdas itu adalah anak yang suka membuat masalah, hal ini berarti anak tersebut memiliki kreativitas tinggi atau termasuk anak yang kreatif.

Pipin juga menuturkan bahwa sisi kreativitas ini termasuk ke dalam salah satu soft skill yang dimiliki anak, selain kreativitas ada juga beberapa soft skill lainnya yang dimiliki oleh anak yaitu:

  1. Kepercayaan diri, ada anak yang memiliki kepercayaan diri tinggi, tapi ada juga yang memiliki demam panggung misalnya berani jika di dalam rumah tapi begitu di luar rumah atau bertemu dengan orang lain ia menjadi pendiam atau malu-malu.
  2. Kepedulian, ada anak yang memang sudah memiliki kepedulian sejak kecil. Misalnya ia hanya memiliki satu kue tapi temannya ada dua, maka dengan sendirinya ia akan membagi kue tersebut menjadi 3 lalu membagikan satu per satu ke teman-temannya.
  3. Inisiatif, ada anak yang memang diketahui memiliki inisiatif tinggi sehingga ia cenderung responsif.
  4. Kreativitas, ada anak yang diketahui memiliki kreativitas tinggi tapi ada juga yang tidak.

Semoga ulasan ini dapat sedikit mencerahkan terhadap permasalahan-permasalahan Anda ya, khususnya pembentukan karakter anak dalam proses membantu tumbuh kembangnya. Yuk, berusaha menghilangkan stigma sosial kita terhadap orang yang telah melakukan kesalahan di masa lalunya. Alangkah lebih bijak, jika kita menerima dan memberi kesempatan kepada mereka. Tentunya, agar mereka mendapatkan kehidupan normal dan bebas mengekspresikan diri tanpa adanya intimidasi atau merasa dikucilkan.

Selasa, 29 Desember 2020

Pertemuan Tak Diduga

Desember 29, 2020 0 Comments

 

tantrileo.com,-Ayundra berlari dengan nafas memburu. Di belakangnya terlihat seorang pria yang tak ia kenal begitu antusias mengejarnya. Ia pun teringat kejadian di kafe tadi. Saat ia tak sengaja menyenggol dan menumpahkan kopi panas pada seorang pria berkulit gelap bertopi abu-abu yang baru memasuki pintu utama kafe langganannya itu. Tak ingin ada masalah lebih parah, Ayundra langsung minta maaf dengan suara pelan dan gemetar kemudian pergi meninggalkannya. Pria yang memiliki sorot mata tajam dengan tato menghiasi lengannya tersebut memanggil dirinya. Ayundra mendengarnya, tapi tak mempedulikan, karena terburu dengan derasnya hujan. Ia terus berjalan lebih cepat mencari taksi yang biasa lalu lalang. Tak disangka, pria itu terus mengejarnya. Ayundra mulai cemas dan bertanya-tanya, apakah pria itu ingin memperkosa atau membunuhnya?!

Tanpa lelah, pria itu terus saja mengejar sambil meneriakkan sesuatu dengan suara yang ditelan hujan. Ayundra semakin ketakutan, terlebih melihat jalan tampak lengang. Dia bingung harus meminta pertolongan pada siapa jika dirinya benar-benar dicelakai? Sementara jarak mereka berdua kian dekat.

Pria itu semakin mempercepat langkah kakinya dengan berlari kencang mendekati Ayundra. Ingin rasanya dia berteriak tapi jeritan air hujan mengalahkan suaranya, hal itu membuatnya semakin panik dan berlari tak tentu arah. Hingga mencapai sebuah gang sempit dengan temaramnya lampu. Sunyi dan sepi, tampak tiada tanda-tanda kehidupan. Ayundra terus saja berlari meski kaki seolah tak lagi kompromi. Ayundra mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu membuatnya terjatuh. Kini pria itu tepat di depannya, mereka saling berhadapan dalam diam. Sambil tersengal-sengal, pria itu berjongkok lalu mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya. Ia mengulurkan kotak merah maroon kepadaku sembari berkata, "Ini mbak! Dompet Anda tadi terjatuh di kafe saat menyenggol saya!!"


Senin, 28 Desember 2020

Menepi Raga

Desember 28, 2020 0 Comments

 


 

Menepi raga tetapi masih mendekap

Untaian kata mampu berdusta untuk pergi, sebab sudah tak sudi.

Namun, soal hati siapa sanggup berkilah?

 

Belakangan ini memang kerap mengacuhkan

Sementara diam-diam tetap kurindukan

Alpaku bukan tanpa alasan, semua berawal dari luka hati

yang pernah kau tancapkan.

Alpaku bukan karena sengaja tuk membuka tabir

yang pernah kau lakukan.

Lalaiku bukan untuk membalas perihnya hati

yang pernah kau remukkan.

 

Semua itu tak membuatku mengubur perihnya luka

yang harus dilenyapkan.

Bersama senja yang meneduhkan

Segala tentangmu begitu mudah kumaafkan

Sosok bayangmu tetap kurindukan

Hadirmu, kerap kudambakan

Meski terhalang rasa kekecewaan.

 

Jember, 28 Desember 2020

 

Sabtu, 26 Desember 2020

Taman Kota, Saksi Bisu Kebersamaan Kami

Desember 26, 2020 0 Comments

 


tantrileo.com,-Taman pusat kota yang menjadi ikon kota suwar-suwir ini mengandung makna dan cerita yang mendalam bagi kehidupanku. Kota kelahiran sekaligus rumah pertamaku. Banyak cerita dan kenangan yang telah terukir indah di setiap sudut taman ini. Berbagai fasilitas tersedia di sini seperti; arena bermain, toilet umum, lapangan olahraga, wahana hijau, bahkan warung lesehan beraneka jenis pilihan menu. Kolam taman yang diisi ikan-ikan turut menghiasi dan menambah keceriaan anak-anak seusia kami. Saat itu usiaku memasuki sembilan tahun, fase memiliki masa tumbuh kembang fisik, kognitif, emosional, sosial, dan perkembangan bahasa serta berbicara. Di taman ini pula, aku dan beberapa teman sekolah seringkali bermain bersama sambil mengerjakan tugas kelompok.

Mama, sosok ibu yang penuh pengertian dan setia mendampingi kegiatanku setiap hari, termasuk kegiatan di taman ini. Kebersamaan dengan mama yang selalu setia mewarnai hari indahku dalam kondisi apapun, bahkan di saat ia sedang sakit. Pernah suatu hari, mama menungguku di halaman parkir tempat bimbingan belajarku. Aku baru bisa keluar dari ruangan kelas karena masih ada beberapa soal yang belum diselesaikan. Setelah selesai, aku pun pulang dan berlari menuju mama di parkiran. Betapa terkejutnya aku mendapati tubuh mama yang basah di sekujur tubuhnya padahal bintang-bintang bertebaran di langit begitu cerahnya.

“Mama kehujanan ya? Kok baju mama basah semua?” tanyaku dengan iba dan tak tega.

“Mama ndak apa-apa, sayang. Ini mama kok yang salah, karena terburu-buru ingin jemput kamu. Eh, pas di tengah jalan tiba-tiba hujan, mama lupa juga ndak bawa jas hujannya, jadi basah-basahan deh,” senyum mama tetap merekah meskipun tubuh mama terlihat gemetaran.

Aku semakin merasa bersalah karena ulahku yang tidak tepat waktu sehingga membuat mama terkena imbasnya. Sesampainya di rumah, mama justru tidak menghiraukan dirinya yang basah kuyup. Namun, langsung menyiapkan makan malamku dan papa yang datangnya bersamaan dengan kami di rumah. Melihat kondisi mama yang basah kuyup, bukan iba atau menunjukkan kepeduliannya pada mama justru sebaliknya, papa malah mengomel tidak jelas dan menyalahkan mama.

Aku melihat papa memang telah berubah sejak aku mulai bersekolah di taman kanak-kanak. Entah apa yang terjadi, perhatian dan kasih sayang papa kepadaku dan mama seolah terkikis. Kebersamaan kami seolah sirna. Papa yang biasanya mengajak kami untuk menghabiskan waktu bersama setiap hari Minggu, justru sebaliknya. Papa seringkali tidak pulang, selalu beralasan banyak pekerjaan dan keluar kota. Ketika di rumah pun, papa sibuk dengan dirinya sendiri, sibuk dengan gawainya atau berkas-berkas pekerjaannya. Aku sampai merasa iri dengan gawai papa, karena menganggap gawainya jauh lebih berarti dibandingkan anaknya sendiri.

Sebagai anak yang masih berusia empat tahun saat itu, aku tidak berdaya dan tak sanggup meronta. Aku pun merasa trauma karena ayah pernah memukulku saat aku mengganggu dirinya yang sedang sibuk dengan gawainya ketika itu. Tidak hanya kepadaku saja, pukulan tangan papa mendarat, aku melihat dengan jelas mama sering menjadi sasaran kemarahan papa saat ada hal yang tidak disukainya. Aku juga merasa papa seperti orang lain di rumah kami. Entah sampai kapan ini semua berakhir.

Perubahan itu selalu kunanti, hingga usiaku memasuki sembilan tahun. Begitu sabarnya mama membersamaiku dan menggantikan posisi papa dihatiku. Kami sama-sama terluka atas perbuatan papa, tetapi mama bertahun-tahun hanya memilih diam dan membisu. Hiburanku dan mama hanya di taman favorit kami, melupakan semuanya dengan menghabiskan waktu setiap harinya, tak jarang akhir pekan pun kami habiskan bersama di setiap sudut taman ini.

Hari ini bulan Desember 2020, tepat dua puluh tahun yang lalu sejak terakhir kali melihat dan mendekap erat wangi tubuhnya yang khas. Wangi tubuh yang harum seperti bunga-bunga di taman ini. Wanginya tetap melekat di indera penciumanku, begitu pula hangat erat tubuhnya masih terasa di pelukan. Kecintaanku kepada taman ini sekaligus sebagai pengobat rinduku kepadanya, meski kerinduanku seolah semu. Bertepatan di hari ibu di tanggal 22 Desember ini, sejak peristiwa dua puluh tahun lalu. Aku kerap berjanji tidak akan pernah membuat luka hati anakku karena keegoisan orang tuanya. Di taman ini pula, menjadi tempat terakhir kali aku melihat wajah mama yang pergi untuk menemukan kebahagiaan sesungguhnya. Karena tak kuasa dengan perlakuan papa yang telah mengkhianatinya sejak usiaku balita. 


Jember, 20 Desember 2020

Sabtu, 03 Oktober 2020

Si Boy

Oktober 03, 2020 0 Comments

         

tantrileo.com,-Seandainya siang itu aku mau mendengarkan nasihat bunda. Andai saja aku juga mau menuruti peringatan dari kakak dan lebih meredam amukan egoku, mungkin kejadian itu benar-benar tidak akan terjadi. Aku bersikukuh dengan pemikiranku sendiri tanpa mau mempertimbangkan saran dan mendengar peringatan orang lain.

Siang itu begitu panas terasa membakar tubuhku, bahkan sampai ke titik nadiku yang terdalam. Pemandangan siang yang sangat tidak kuharapkan justru terjadi tepat di depan mata kepalaku sendiri. Bermula dari Pak Basri-satpam di perumahanku yang memberitahu peristiwa naas itu.

“Non Dira, si Boy non, si Boyy,” ucapnya dengan napas terengah-engah.

Dira yang memang mudah panik langsung menghampiri Pak Basri dan bertanya, “Ada apa, Pak? Si Boy kenapa?”

Anu non, anuu, ehHh, hmmm, si Boy, si Boy, hmmm, si Boy dipukuli orang-orang di gang sebelah non!” jawab Pak Basri dengan ragu.

Spontan saja aku kaget dan geram mendengar penjelasan Pak Basri. Langsung saja aku mengambil kunci motor dan topi untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada si Boy. Teriakan mas Bagas yang ingin menggoncengku tidak aku gubris. Bahkan ucapan bunda yang selalu menenangkan hati setiap ada masalah kali ini tidak mempan di telingaku.

Pikiranku sungguh kalut, dengan kecepatan tinggi kukendarai bebek merah kesayanganku hingga tepat di belokan gang sebelah perumahan tempat yang dituju. Namun, aku dikagetkan dengan bayangan hitam yang berlari kencang ke arahku karena panik aku langsung menarik rem tangan mendadak sehingga bayangan hitam yang menghampiriku tadi terpental dan membuatku terjatuh.

Sayup-sayup kulihat disertai kepala pusing luar biasa, tampak dari kejauhan bayangan hitam yang terpental itu kejang-kejang meregang nyawa sambil menahan sakit tak kuasa. Yaa, ia sangat memesona, mata birunya seolah mengucap salam perpisahan, bulu hitam pekat melekat di tubuhnya dan kalung yang menjuntai di lehernya dengan tulisan “Boy” itu sangat kukenal betul. Arrghhh itu si Boy...

        Boy kecil yang dulu pernah kutemui di pinggir jalan raya, dengan suara melengking yang meronta, membuatku merasa iba tuk mengabaikannya. Boy yang selalu menungguku di halaman rumah hingga menjelang aku datang dari sekolah. Boy yang selalu bermanja tidur di sofa, tentu saja Boy yang mewarnai hari-hariku dengan penuh cinta. Kini semua sirna. Setelah itu aku sudah tidak ingat apa pun yang terjadi karena semuanya menjadi gelap dan pandanganku menerawang ke angkasa.

Tantrie_Leo 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ingin Tambah Semangat Menuntut Ilmu? Baca Nih 7 Novel yang Menginspirasi Dunia Pendidikan

Oktober 03, 2020 0 Comments

 

tantrileo.com,-Menuntut ilmu merupakan hak setiap warna negara. Seperti yang dijelaskan pada UUD 1945 pasal 31 yang menjelaskan bahwa yang pertama “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan kedua “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.” Menurut saya, Pasal 31 ini merupakan pilar utama terhadap kemajuan suatu bangsa. Jika suatu negara menginginkan anak bangsa yang berkualitas maka itu semua harus didukung peran serta dari pemerintah. Karena pendidikan adalah hak setiap orang. Benar begitu kawan??

Berbicara tentang pendidikan banyak sekali faktor yang dapat dijadikan pembangkit semangat di tengah ramainya problematika dalam berjuang demi menuntaskan pendidikan. Salah satu faktor perjuangan sekaligus solusi sederhana yang mudah kamu lakukan agar tetap memiliki semangat dan tidak mudah menyerah yaitu dengan membaca novel yang merupakan karya sastra dengan tema pendidikan. Selain berfuingsi sebagai sarana hiburan, karya sastra (novel) juga meninggalkan pesan-pesan moral penting di dalamnya baik yang tersurat maupun tersirat bagi pembacanya loh... Gak percaya?! Yuks kita buktikan sama-sama ...

Harapannya nih kawan, dengan kita membaca novel yang bertema pendidikan mampu menginspirasi siapa pun yang ingin meraih cita dan asa.

Berikut ini novel-novel bertema pendidikan yang sangat layak dan pantas untuk dinikmati bagi semua kalangan, khususnya bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

1.       Laskar Pelangi karya Andrea Hirata


Siapa yang gak kenal Andrea Hirata? Karya-karyanya yang begitu luar biasa dan sangat menginspirasi dengan tema pendidikannya bahkan dijuluki seniman sastrawan. Berasal dari daerah Belitung, yang sebagian pemudanya harus bekerja keras membantu kebutuhan keluarga. Membuat Andrea bangkit dan membuka mata ingin mengubah itu semua melalui pengalaman dan tulisan-tullisannya. Karya Andrea yang menjadi legenda adalah novel Laskar Pelangi. Novel ini menjadi salah satu karya sastra terlaris di Indonesia dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.

Novel ini bercerita tentang mirisnya keadaan pendidikan di Indonesia, tepatnya di daerah Belitung. Di sana, terdapat sekumpulan anak di desa yang ingin belajar untuk memperbaiki masa depan mereka. Demi menempuh masa depan yang cerah, mereka rela menempuh jarak yang jauh dari rumah ke sekolahnya. Tak hanya itu, kejadian tak terduga pun kerap kali terjadi saat perjalanan tersebut.

Belajar di sekolah dengan fasilitas pendidikan seadanya tidak membuat mereka mudah putus asa. Justru mereka semakin bersemangat dan menunjukkan kerja kerasnya untuk menjadi murid yang pintar dan sukses. Berbanding terbalik dengan siswa-siswa yang bersekolah di kota dan dilengkapi dengan kemudahan dan saran prasarana yang memadai. Novel ini cocok kamu baca untuk membakar semangatmu dalam menempuh pendidikan yang lebih baik ke depannya. 

 

2.       9 summer 10 Autums karya Iwan Setyawan

     

Di lansir kumparan, novel ini diangkat dari kisah nyata sang penulis, Iwan Setyawan.

Novel pendidikan yang satu ini hadir mewarnai dunia kesusastraan. Novel ini juga diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama yang dirilis pada 25 April 2013.  

Novel ini mengisahkan seorang pemuda yang tumbuh dari keluarga sederhana yang tinggal di sebuah kaki Gunung Panderman, di rumah berukuran 6x7 meter. Ayahnya yang berprofesi sebagai sopir angkot memiliki harapan besar terhadap Iwan agar mampu menjadi laki-laki tangguh dan membantu kehidupan keluarganya.

Hidup bertujuh dengan segala sesuatu yang terbatas, membuat Iwan tidak pernah memiliki kamar sendiri. Iwan adalah seorang anak yang sangat cerdas dalam belajar, terutama matematika. Iwan berusaha dengan keras sampai pada akhirnya ia mendapatkan beasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Bogor. Dari situ, karier Iwan mulai melesat, ia bahkan sampai berkarier di The Big Apple, New York.

 

3.        Hafalan Surat Delisa karya Tere Liye



Inspirasi kali ini dihadirkan melalui novel Tere Liye yang berjudul Hafalan Surat Delisa. Novel ini menceritakan kisah seorang anak berumur 6 tahun bernama Delisa. Delisa berusaha keras menghafal bacaan shalat agar dia bisa mendapatkan sebuah kalung dari ummi tercinta sebagai hadiah. Ketiga kakak Delisa pun telah menyiapkan kejutan untuk Delisa.

Namun sayangnya, di hari Delisa diuji hafalan bacaan shalat, gempa dan tsunami datang meluluh lantahkan kota Lhok Ngah, Aceh. Ketiga kakak Delisa meninggal dalam peristiwa itu, sedangkan ummi Delisa tidak diketahui rimbanya.

Pasca bencana, keluarga yang dimiliki Delisa satu-satunya adalah sang ayah, meskipun Delisa sempat sulit ditemukan selama berhari-hari akibat terseret tsunami. Namun atas izin Allah melalui bantuan para relawan dari luar negeri yang menyisiri daerah-daerah setempat Delisa berhasil ditemukan. Delisa tetap menunjukkan semangat dan keceriaan di tengah kegalauan orang-orang yang terkena musibah gempa dan tsunami. Meskipun ia harus kehilangan kaki dan kakak-kakaknya pasca musibah tersebut, hal itu tak menyulutkan semangat Delisa dalam belajar terutama melanjutkan hafalan suratnya.

Novel ini pantas dibaca oleh siapa saja yang ingin belajar mengenai keikhlasan serta kesabaran. Tak hanya orang dewasa, buku inipun cocok untuk anak-anak dan para remaja karena plot yang dibuat penulis merupakan plot cerita dunia kanak-kanak.

 

4.       Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi


Novel ini mengisahkan perjuangan santri-santri dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperdalam ilmu agama di pondok pesantren yang sangat menerapkan aturan kedisiplinan dan ketat. Alif, sang tokoh dalam novel ini, dikisahkan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, main bola di sawah, dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus melintasi punggung Sumatera menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur untuk belajar di Pondok Madani. Hari pertama di pondok itu, Alif terkesima dengan “mantera” man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Di pondok ini, Alif bertemu dengan sahabat-sahabatnya seperti Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari bandung, dan Baso dari Gowa. Kelima sahabat ini mempunyai mimpi yang berbeda dalam menaklukan dunia.

Novel “Negeri 5 Menara” karya A. Fuadi, sungguh luar biasa!! Novel pertama dari trilogi ini menunjukkan banyak sekali keunggulan. Itulah sebabnya, mengapa novel ini kemudian menjadi national best seller dan sebagai Indonesia’s Most Inspiring Novel.

Novel ini juga sudah diterbitkan dengan beragam bahasa di beberapa dunia dan dijadikan pembahasan di beberapa seminar dan tatap  muka di kelas. Wajib dibaca buat kamu yang suka bermimpi dan ingin mewujudkan mimpi!!

 

5.       Gurunya Manusia karya Munif Chatib


Novel Gurunya Manusia karya Munif Chatib menjelaskan bahwa setiap anak adalah spesial dan semua anak juara. Gurunya manusia adalah guru yang mengajar dengan cara yang menyenangkan, gurunya manusia adalah sang fasilitator, membuat lesson plan kreatif. Untuk menjadi gurunya manusia, sebelum memasuki kelas harus dipersiapkan terlebih dahulu, seperti membuat lesson plan. Menjadi gurunya manusia, hakikatnya adalah membangun pendidikan menjadi lebih baik. Karena gurunya manusia adalah pembelajar seumur hidup. 

  

6.       Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara


Novel Sepatu Dahlan adalah bagian pertama dari trilogi novel inspirasi Dahlan Iskan yang ditulis oleh Khrisna Pabichara dan diterbitkan oleh Noura Books. Dalam buku itu dikisahkan masa kecil Dahlan Iskan yang tumbuh besar dengan dua impian yaitu sepatu dan sepeda serta kisahnya dengan seorang gadis bernama Aisha.

Menurut Khrisna, Dahlan kecil yang hidup di bawah garis kemiskinan tidak tega menyampaikan impiannya kepada orang tuanya sehingga dia berusaha untuk mewujudkannya dengan usahanya sendiri. Setiap hari ia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul.

Novel ini juga menyadarkan kita bahwa kemiskinan bukanlah akhir dari segala-galanya. Menggambarkan bagaimana masa kecil seorang Dahlan Iskan yang kini menduduki jabatan menteri BUMN di Indonesia. Semasa kecil, Dahlan Iskan hidup dalam kemiskinan dengan mimpi sederhananya yaitu “sepatu”. Sebuah mimpi yang sederhana, namun sulit untuk didapatkan karena keterbatasan ekonomi. Namun demi “mimpi”, kita memang harus berjuang. Pengarang berharap kepada pembaca agar terinsipirasi dari jejak seorang Dahlan Iskan menghadapi hidupnya dalam kemiskinan pada masa kecilnya namun tetap berjuang meraih cita-cita dan menjadi orang yang berhasil seperti saat ini.

Di tengah menjamurnya novel inspiratif yang menceritakan orang yang tak ada di dunia ini, karakter yang too good to be true, yang akan menyakitkan ketika detik itu kita menyadari bahwa tokoh itu tidak benar-benar ada, maka novel Sepatu Dahlan ini adalah novel yang mampu mengobati perasaan tersebut, karena saat membaca novel ini, kita bisa berharap sedikit banyaknya bahwa tokoh novel ini mampu membuat perubahan di tanah air tercinta ini. Di saat krisis tokoh yang terjadi di Indonesia, dimana tidak ada lagi tokoh yang bisa dijadikan panutan bagi generasi muda, maka novel ini adalah salah satu media yang tepat untuk mengenalkan tokoh yang pantas dijadikan panutan tersebut kepada generasi muda, dan masyarakat pada umumnya.

 

7.        9 Matahari karya Adenita


Sebuah novel karya Adenita, seorang penulis yang lahir di Jakarta, 3 Juli 1981. Novel bergenre fiksi ini bercerita tentang perjuangan seorang gadis yang ingin memiliki masa depan cerah dan ingin membuat bangga kedua orangtuanya yang hidup dalam perekonomian yang sulit.

Keadaan ekonomi keluarga yang kurang mampu menjadi sebuah dorongan bagi Matari Anas untuk menjadi seorang sarjana. Ia percaya dengan menjadi seorang sarjana, ia mampu memperbaiki keadaan ekonomi keluraganya. Meskipun mendapat keraguan dari keluarganya, namun dengan tekad dan keyakinan Matari Anas bisa masuk ke salah satu universitas yang terletak di kota Bandung, ia memilih jurusan Ilmu Komunikasi. Matari Anas sadar bahwa dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ia tidak bisa mengandalkan sepenuhnya dari keluarga. Dengan kondisi seperti ini, ia berusaha untuk mencari pekerjaan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari sambil berkuliah.

Bekerja sambil berkuliah menjadi pilihan yang harus dilakukan Matari Anas untuk mewujudkan mimpinya. Meskipun terkadang, ia harus berutang ke teman-temannya agar tetap bisa bertahan hidup. Melakukan dua hal di waktu yang bersamaan ternyata tidaklah gampang, bahkan kuliah Matari sempat terhambat karena kesibukannya bekerja. Beruntung Matari Anas memiliki lingkungan yang baik, teman-teman kos yang sangat membantunya, juga teman-teman dan orangtua sahabatnya yang menganggap dirinya seperti anak mereka sendiri. Proses memang tidak membohongi hasil. Segala bentuk perjuangan dan pengorbanan Matari Anas terbayarkan karena pada akhirnya ia bisa menjadi seorang sarjana. Mimpi yang telah lama ia cita-citakan yang tentunya sangat membahagiakan orang tuanya. Ia bangga dengan jerih payahnya, dengan persoalan-persaoalan yang ia hadapi ia tetap bisa menjadi seorang sarjana. Baginya, ia sudah membuktikan keadaan ekonomi bukanlah menjadi sebuah alasan untuk meraih suatu harapan.

 

Itu dia 7 novel tentang pendidikan yang bisa kamu baca untuk menambah literasi dan pengalaman kamu. Mendukung banget dibaca apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Memanfaatkan waktu dengan melakukan hal positif merupakan langkah tepat untuk kehidupan yang lebih baik. Selamat membaca yaa,,