Selasa, 29 Desember 2020

# Pentigraf

Pertemuan Tak Diduga

 

tantrileo.com,-Ayundra berlari dengan nafas memburu. Di belakangnya terlihat seorang pria yang tak ia kenal begitu antusias mengejarnya. Ia pun teringat kejadian di kafe tadi. Saat ia tak sengaja menyenggol dan menumpahkan kopi panas pada seorang pria berkulit gelap bertopi abu-abu yang baru memasuki pintu utama kafe langganannya itu. Tak ingin ada masalah lebih parah, Ayundra langsung minta maaf dengan suara pelan dan gemetar kemudian pergi meninggalkannya. Pria yang memiliki sorot mata tajam dengan tato menghiasi lengannya tersebut memanggil dirinya. Ayundra mendengarnya, tapi tak mempedulikan, karena terburu dengan derasnya hujan. Ia terus berjalan lebih cepat mencari taksi yang biasa lalu lalang. Tak disangka, pria itu terus mengejarnya. Ayundra mulai cemas dan bertanya-tanya, apakah pria itu ingin memperkosa atau membunuhnya?!

Tanpa lelah, pria itu terus saja mengejar sambil meneriakkan sesuatu dengan suara yang ditelan hujan. Ayundra semakin ketakutan, terlebih melihat jalan tampak lengang. Dia bingung harus meminta pertolongan pada siapa jika dirinya benar-benar dicelakai? Sementara jarak mereka berdua kian dekat.

Pria itu semakin mempercepat langkah kakinya dengan berlari kencang mendekati Ayundra. Ingin rasanya dia berteriak tapi jeritan air hujan mengalahkan suaranya, hal itu membuatnya semakin panik dan berlari tak tentu arah. Hingga mencapai sebuah gang sempit dengan temaramnya lampu. Sunyi dan sepi, tampak tiada tanda-tanda kehidupan. Ayundra terus saja berlari meski kaki seolah tak lagi kompromi. Ayundra mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu membuatnya terjatuh. Kini pria itu tepat di depannya, mereka saling berhadapan dalam diam. Sambil tersengal-sengal, pria itu berjongkok lalu mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya. Ia mengulurkan kotak merah maroon kepadaku sembari berkata, "Ini mbak! Dompet Anda tadi terjatuh di kafe saat menyenggol saya!!"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar