Senin, 19 April 2021

# Lifestyle

Cinta, Kandas, atau Welas?

 


tantrileo.com,-Cerita Indah Namun Tiada Akhir merupakan singkatan dari CINTA.

Loh, loh, loh…. Mengapa tiada akhir ceritanya? Yups! Tiada akhir di sini mengingatkan pada kita semua bahwa sejatinya cinta itu sebuah proses, ada alur atau tahapan-tahapannya, biasanya sepasang insan yang berproses untuk terus belajar dan belajar. Secara akademis tidak ada sekolah yang dikhususkan tentang cinta. Konteks cinta itu sendiri sangat luas, tidak hanya sekadar cinta pada pasangan saja. Namun, dengan lingkungan kita yang terdekat seperti kepada orang tua, saudara, keluarga, sahabat, tetangga, pekerjaan, bahkan hobi yang kita sukai juga berawal dari cinta.

 

Definisi CINTA tidak dapat kita uraikan secara tersurat, hal itu dikarenakan lebih bisa dirasakan menurut interpretasi masing-masing setiap individu, tentunya pendapat setiap orang berbeda dalam memaknainya.

Cinta seolah membawa seseorang selaksa ke langit tujuh karena teramat bahagianya. Namun, tidak sedikit pula sebagian orang yang mengalami jatuh cinta justru berakhir dengan pilu. Ketika kita sudah siap berbahagia dengan cinta, maka saat itu pula kita harus menyiapkan diri untuk KECEWA.

Menyoal cinta, kita tidak bisa merencanakan harus jatuh cinta pada siapa. Kita juga tidak pernah dapat merencanakan bagaimana seharusnya cinta itu berlanjut. Akankah cinta itu terus berlanjut dan menua bersama? Atau justru harus terhenti di tengah jalan seperti kepingan bintang tak tentu arah?? Cinta itu tidak pernah salah. Hanya terkadang, kita yang salah menempatkan cinta, bahkan ironisnya cinta hadir pada saat di waktu yang tidak tepat. Argh, seperti lagu saja, tapi itulah realitanya.


 

Tak Selamanya Cinta Harus Saling Memiliki

Sering kali sepasang kekasih yang saling mengasihi harus berakhir atau the end meski sudah menjalani hubungan yang lama dan memiliki ikatan yang kuat. Jika memang sudah memiliki ikatan kuat dan erat, lalu mengapa tetap sampai kandas? Mengapa fungsi welas tak bertuan?? “Misteri Cinta.”  Iya, tampaknya kata itu yang tepat untuk menjawabnya. Sungguh suatu misteri yang dapat membuat kita tertawa tapi juga menangis di waktu yang sama.


Ini menjadi salah satu bukti bahwa tidak ada jaminan bagi “pecinta” akan langgeng dan awet selamanya. Dikuatkan pula kata bijak about love berikut ini ”Cinta tidak selamanya saling memiliki.”

Miris, tragis, dan ironis bukan! Terdengarnya memang seperti drama Korea yang tidak selalu happy ending di akhir cerita. Meski demikian, sebaiknya kita tetap sabar, lapang dada, dan kuat atas kegagalan yang dialami. Kegagalan merupakan salah satu cambuk bagi kita untuk lebih kuat dan berhati-hati dalam menyikapi sesuatu. Tuhan pasti punya rencana lain yang lebih indah untuk kita. Tentunya ada hikmah yang dapat dipetik dari kegagalan tersebut pastinya dong.

Di beberapa kasus, cinta memang bisa berakhir bahagia. Namun, di beberapa kasus lainnya cinta juga bisa berakhir luka. Tidak semua cinta akan menyatu. Ada orang-orang yang jatuh cinta akan tetapi cintanya terhalang restu, ada pula cinta dua pasang anak manusia yang telah bahagia lagi-lagi akhirnya putus karena hadirnya cinta yang baru. Ada pula yang telah hidup bersama dan memiliki buah hati setelah puluhan tahun tapi karena terlalu banyak perbedaan dan kerap kali terjadi ketidakcocokkan, akhirnya juga harus menyelamatkan diri masing-masing. So, tidak ada yang bisa menjamin kepastiannya.  

 

Hidup Sebuah Pilihan, So Mantapkan Hati

Hidup itu sebuah pilihan kawan. Kamu mau memilih yang putih atau hitam? Hanya itu saja pilihannya, tiada abu-abu apalagi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu yang biasa disingkat menjadi MeJiKuHiBiNU. Ibarat pelangi, kehidupan itu memang berwarna dan penuh makna, tinggal tergantung diri kita mau mewarnainya dengan goresan apa.

“Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tidak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa”

(Sudjiwo Tejo)

Apakah kamu mau meratapi diri terus menerus karena ditinggal pergi pujaan hati? Atau segera bangkit dan instropeksi diri? Ketika cintamu kandas, hati boleh patah, hancur, dan berkeping-keping. Namun, jangan biarkan hatimu terus hancur. Kamu wajib BAHAGIA. Semoga semesta mengirim yang terbaik untuk kamu yang pernah gagal.

Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati kamu terbuka bagi orang lain dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu itu terbuka lebar. Ketika seseorang sudah berkomitmen maka dia sudah memasuki tahap menjaga komitmen tersebut, dan bukan lagi tahap mencari yang lebih baik. Nyatanya, semakin kita mencari yang lebih baik dan terbaik maka semakin sulit kita mendapatkannya. Berbahagialah kita yang telah menemukan cinta terindah di hidup kita, berakhir bersama cinta itu dan memupuknya bersama orang tercinta bersama. Selamanya ….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar