Selasa, 11 Mei 2021

# Pentigraf

Janda Bolong, Oh Janda Bolong

 



tantrileo.com,-Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata, bahagia sudah pasti karena menjelang hari kemenangan. Meskipun di sisi lain kesedihan begitu membuncah, sebab Ramadan akan berakhir. Kami sekeluarga begitu bersemangat menyambut hari kemenangan. Segala rutinitas tahunan, kami lakukan bersama menjelang persiapan hari raya. Di tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, hanya di tahun ini ada penambahan rutinitas yang dilakukan Ningsih, istri Dullah yang menjabat sebagai ketua RW di Perumahan Villa, Jember. Ningsih saat ini keranjingan berbagai jenis tanaman hias, setiap sudut rumah dan halamannya dipadati tanaman hias kesukaannya.

Sekalipun Dullah sempat mengingatkan istrinya agar tidak berlebihan terhadap kegemarannya itu, tapi Ningsih tak menghiraukannya. Hingga suatu ketika, karena ingin membuat istrinya semakin mencintainya, Dullah mengunjungi kawannya yang sudah dikenalnya sejak di bangku sekolah.

Pertemanan mereka berdua sangat dekat bahkan seperti saudara. Bahkan kebiasaan buruk sahabatnya sejak zaman sekolah dulu, Dullah pun sangat hafal. Ketika di rumah Joko, panggilan akrab pada sahabat Dullah satu itu. Dullah tiba-tiba saja menanyakan janda bolong yang akan dipinangnya. Semula, Joko sempat kaget karena Joko sangat paham kalau Dullah itu laki-laki yang baik, tidak seperti dirinya meskipun hanya masa lalu. Namun, dia senyum-senyum tanda mengerti dan mengatakan bahwa dirinya memiliki stock yang diinginkan Dullah. Setelah menanyakan serius yang diinginkan Dullah, akhirnya mereka berdua berangkat menuju tempat yang dimaksud. Tibalah mereka di sebuah rumah dengan desain arsitektur bangunan minimalis yang tampak elegan. Setelah mengucap salam dan disambut oleh asisten rumah tangga, sambil duduk menunggu Dullah melihat sekeliling halaman yang tidak terdapat tanaman-tanaman hias yang dicari dirinya. Tidak berapa lama, muncullah seorang perempuan cantik berusia sekitar 30 tahunan. Dullah pun menyampaikan maksud tujuannya yang ingin meminang janda bolong. Lalu perempuan itu tersipu malu sembari berucap, “Mas Dullah benar-benar serius ya ingin meminang aku yang sudah lama menjanda dan telah memiliki dua anak ini?” Mendengar ucapan perempuan itu mataku terasa kunang-kunang dan berputar, entah harus menjawab apa. Karena tujuan utamaku memang ingin meminang janda bolong, tapi janda bolong jenis tanaman kesukaan istrinya bukan yang lain.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar