Kamis, 20 Mei 2021

# Lifestyle

Silaturahim Lebaran Lanjut, Berat Badan Menyusut

 

tantrileo.com,-Ramadan telah berlalu. Meskipun demikian, tetap berusaha ingin menanamkan hal baik yang telah dibiasakan di ramadan agar tetap membara di hati ini, Aamiin. Bagi sebagian orang, berpuasa artinya selain siap mental dalam fisik dan peningkatan ibadah juga siap dengan perubahan berat badan. Loh, loh! Kok malah disangkutpautkan dengan BB ya? Pasalnya, di bulan Ramadan banyak yang berhasil menurunkan berat badan dengan tidak sengaja. Yeayy, hitung-hitung diet murah meriah euyy! Bagaimana tidak menyusut lah bobotnya, biasanya makan tiga kali sehari, kini hanya dua kali.

 

Beberapa kawan di tempat kerja, ada yang mengaku bobotnya menyusut 3 hingga 5 kg. Ada pula yang susut 7 kg. Wow, senang pastinya bukan main dong? Berhasil, berhasil, horeee (ucap Dora dalam serial kartunnya). Sesekali menyenangkan hati seseorang tak apalah apalagi memang mendapat pahala. Meski menyenangkan yang satu ini tidak permanen sifatnya, karena stabilnya hanya berlangsung di bulan puasa itu saja. Konon, katanya pasca beberapa hari Lebaran biasanya berat badan naik lagi ke bobot semula bahkan melebihi itu. Hadudududu ….

 


Di hari lebaran setiap rumah sudah pasti menyiapkan menu istimewa dan agak mewah untuk keluarga dan kerabat. Olahan menu yang disiapkan beraneka ragam. Mulai dari ketupat sayur, opor ayam, rendang daging, semur daging, sate, dendeng daging, bakso, sambal goreng rempelo ati, dan lainnya. Kesemuanya itu mengandung kandungan lemak. Olahan menu di atas sebagian menggunakan bahan utama santan.

 

Ada salah satu hal menarik diungkapkan dr Diana Suganda SpGK, spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dalam artikel Kompas.com. Ia mengungkapkan bahwa santan tak mengandung kolesterol tapi lemak jenuh. Lebih jauh dirinya menegaskan bahwa kelapa yang tergolong buah tidak mengandung kolesterol. Sehingga hal ini mematahkan mindset masyarakat yang mengatakan santan disebut-sebut mengandung kolesterol. Tentu saja hal itu mitos belaka.

 

Mengapa demikian??

 

Menurut dr Diana, dalam 100 gram santan terdapat 230 kalori; 2,29 gram protein; 5,54 karbohidrat; 15 miligram sodium; 263 miligram kalium; 21,14 gram lemak jenuh; 0,261 gram lemak tak jenuh ganda; 1,014 gram lemak tak jenuh tunggal; dan 0 miligram kolesterol. Dengan demikian, santan tidak melulu jelek. Namun, yang perlu diingat konsumsi santan yang berlebihan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan risiko obesitas sehingga perlu hati-hati saat mengkonsumsinya.

 

Sementara itu, dapat dibayangkan di kala lebaran jika bertandang ke rumah saudara dan kerabat apabila setiap rumah menghidangkan olahan menu yang tidak jauh berbeda dari masing-masing keluarga seperti beberapa contoh yang disebutkan di atas, sedangkan dalam sehari itu bisa mengunjungi beberapa rumah. Itupun masih dilanjut di hari berikutnya hingga selesai seperti itu di beberapa hari ke depannya. Membayangkan kenyangnya saja sudah pusing tujuh keliling ya, hihihi ….


Hari ini tepat memasuki hari ke delapan di bulan syawal, silaturahim tentu saja belum usai. Masih banyak destinasi-destinasi yang belum dikunjungi, rehat dan tertunda sementara waktu sambil menunggu luangnya waktu. Hal itu harus tertunda, karena terpenggal mulai kemarin jadwal dinas bagi para tenaga pendidik sudah mulai aktif kembali. Itupun sebenarnya tidak menjamin bobot ini akan tetap stabil atau turun. Pasalnya, di tempat dinas pun ternyata agendanya masih tidak jauh-jauh dari makan-makan dan silaturahim dari rumah ke rumah. Mantap jiwa! Hahaha….

 

Selamat lanjut silaturahim di hari lebaran, selamat mengembangkan diri, demi menyukseskan anak negeri. Yuks, berbagi pengalaman silaturahim lebaranmu di kolom komentar yaa ….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar